Pembelajaran Anti Korupsi di Inspektorat Kabupaten Sleman oleh KPK RI

DSC01100edPada hari Jum’at tanggal 3 Juli 2015 lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan edukasi ke segenap jajaran Inspektorat Kabupaten Sleman dalam rangka kegiatan pembelajaran anti korupsi. Acara tersebut dipandu oleh narasumber dari KPK Deputi Pencegahan Bp. Ryan H. Utama, dan dihadiri oleh peserta dari unsur pejabat struktural, auditor dan sekretariat.

Dalam pembelajaran diberikan materi tentang cara pencegahan korupsi dengan membentuk dan menegakkan integritas anti korupsi dalam diri setiap abdi negara. Integritas dibentuk dengan memahami dan menerapkan nilai-nilai kehidupan yang luhur sebagaimana nilai universal yang diturunkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Untuk itu, setiap abdi negara dalam rangka membangun integritasnya harus memiliki nilai religius, jujur, adil dan berani menyuarakan kebenaran ataupun keadilan. Dengan nilai yang telah diyakininya tersebut, seorang abdi negara, akan mampu berlaku profesional, adil, dan berkomitmen kuat terhadap transparansi dan akuntabilitas.

Dalam kesempatan tersebut diberikan simulasi-simulasi tentang cara memahami integritas dan menerapkan nilai-nilai universal dalam kehidupan nyata para PNS. Pembelajaran dilaksanakan melalui paparan dan diskusi kasus, permainan serta simulasi aplikasi yang disediakan dalam Bis ACLC (Anti Corruption Learning Center).

Pembelajaran selanjutnya ditutup dengan pembagian buku saku untuk memahami apa yang dimaksud dengan tindak pidana korupsi. Buku bertajuk “Memahami untuk Membasmi” yang disusun oleh KPK tersebut memuat kiat-kiat praktis mencegah korupsi. Kiat praktis tersebut antara lain diuraikan sebagai berikut:

  • Melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri dan dapat merugikan keuangan negara adalah Korupsi.
  • Menyalahgunakan kewenangan untuk menguntungkan diri sendiri dan dapat merugikan keuangan negara adalah Korupsi.
  • Menyuap pegawai negeri adalah Korupsi.
  • Memberikan hadiah kepada pegawai negeri karena jabatannya adalah Korupsi.
  • Pegawai negeri menerima suap adalah Korupsi.
  • Pegawai negeri menerima hadiah yang berhubungan dengan jabatannya adalah Korupsi.
  • Pegawai negeri menggelapkan uang atau membiarkan penggelapan adalah Korupsi.
  • Pegawai negeri memalsukan buku untuk pemeriksaan administrasi adalah Korupsi.
  • Pegawai negeri merusakkan bukti adalah Korupsi.
  • Pegawai negeri membiarkan orang lain dan membantu orang lain merusakkan bukti adalah Korupsi.
  • Pegawai negeri memeras adalah Korupsi.
  • Pegawai negeri menyerobot tanah negara sehingga merugikan orang lain adalah Korupsi.
  • Pegawai negeri turut serta dalam pengadaan yang diurusnya adalah Korupsi.
  • Pegawai negeri menerima gratifikasi dan tidak lapor KPK adalah Korupsi.

Semoga upaya pencegahan korupsi dapat kita implementasi dengan istiqomah. Amin.

Recommended For You

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*