Pembinaan Netralitas ASN pada Pilkada Serentak 2020

Inspektorat Kabupaten Sleman melaksanakan Pembinaan Netralitas ASN dalam Pilkada Serentak dan penyegaran kembali “Budaya SATRIYA” Rabu 26/8/2020 di Ruang Rapat Inspektorat Kabupaten Sleman.

Sekretaris Inspektorat, B. Nuniek Widyastuti mengatakan “Mengingat pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang Kabupaten Sleman melaksanakan Pilkada serentak, diharapkan semua dapat berjalan dengan baik dan seluruh ASN bisa bersikap netral dalam pelaksanaan Pilkada mendatang serta tetap mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan”.

ASN harus menjaga netralitasnya dari kepentingan politik praktis, seperti tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS Pasal 4 (empat) yang menjelaskan bahwa PNS dilarang memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah melalui keterlibatan dalam kampanye dan keberpihakan yang menguntungkan atau merugikan Paslon tertentu. Maka diperlukan komitmen bersama oleh semua pihak agar netralitas ASN dalam kontestasi politik bisa ditegakkan.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan kembali budaya SATRIYA sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur DIY Nomor 72 Tahun 2008 tentang Budaya Pemerintahan dan Peraturan Gubernur DIY Nomor 53 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Budaya Pemerintahan yang kemudian dikenal dengan Budaya Pemerintahan SATRIYA.

Pergub tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan menerbitkan Peraturan Bupati Sleman Nomor 14 tahun 2018 tentang pelaksanaan budaya pemerintahan SATRIYA di Kabupaten Sleman.

Landasan filosofi budaya pemerintahan SATRIYA adalah Hamemayu Hayuning Bawana. “Filosofi tersebut mengandung makna sebagai kewajiban melindungi, memelihara serta membina keselamatan dunia dan lebih mementingkan berkarya untuk masyarakat daripada memenuhi ambisi pribadi,” jelasnya.

SATRIYA memiliki dua makna, yaitu pertama sebagai watak ksatria yang memiliki sikap memegang teguh ajaran moral sawiji, greget, sengguh ora mingkuh (konsentrasi, semangat, percaya diri, rendah hati dan bertanggungjawab). Kedua, SATRIYA merupakan akronim dari selaras, akal budi luhur-jati diri, teladan-keteladanan, rela melayani, inovatif, yakin percaya diri dan ahli profesional.

Recommended For You

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*