Pemerintah Kabupaten Sleman meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk 12 kali secara berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan atas pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Sleman Tahun Anggaran 2022. Predikat opini WTP tersebut disampaikan oleh Kepala BPK Perwakilan DIY, Widhi Widayat di Kantor BPK Perwakilan DIY pada Jumat (3/3).
Hadir dalam acara tersebut Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, Sekretaris Daerah Harda Kiswaya, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sleman Sukaptana, Inspektur Kabupaten Sleman Heri Dwi Kuryanto, Kepala BKAD Sleman Haris Sutarta beserta jajaran.
“Berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Sleman Tahun Anggaran 2022 termasuk implementasi atas rencana aksi yang telah dilaksanakan, maka BPK memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Sleman Tahun Anggaran 2022,” tutur Widhi.
Widhi menyampaikan bahwa predikat yang diraih Pemkab Sleman ini menunjukkan komitmen dan upaya nyata DPRD serta manajemen Pemerintah Kabupaten Sleman untuk terus mendorong perbaikan pengelolaan keuangan, dengan menjalankan dan menerapkan praktik-praktik pengelolaan keuangan yang baik.
Kustini, Bupati Sleman menyampaikan terima kasih kepada BPK yang telah menyelesaikan pemeriksaan rinci Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Sleman Tahun Anggaran 2022. “Pemeriksaan ini menjadi salah satu komponen evaluasi yang strategis bagi Pemkab Sleman untuk melihat seberapa efisien penggunaan anggaran di tahun 2022 lalu sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ucapnya.
Laporan Hasil Pemeriksaan yang diterima Pemkab Sleman menjadi bukti dari komitmen Pemkab Sleman dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Kustini menyebut Pemkab Sleman terus berupaya untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan daerah sehingga berhasil mewujudkan pengelolaan anggaran yang efektif dan efisien.
“Syukur Alhamdulillah pada tahun ini Sleman masih berhasil mempertahankan opini WTP atas LKPD Tahun 2022. Predikat ini merupakan opini WTP yang kami peroleh selama 12 tahun berturut-turut. Predikat ini mendorong kami untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan yang transparan, akuntabel dan profesional untuk mewujudkan good governance,” imbuh Kustini.
